Dankormar Baru

foto:jawapos

foto:jawapos

 – Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang baru, Brigjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, mulai ngantor di Surabaya. Kedatangan mantan wakil komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu disambut atraksi menembak oleh prajurit Marinir di lapangan tembak Bhumi Marinir Karangpilang kemarin (9/9).

Di sela-sela acara tersebut, Alfan dan istrinya, Nita Alfan Baharudin, unjuk kebolehan dalam menembak. Menggunakan pistol Sig Sauer P226, Alfan cukup jitu menancapkan peluru kaliber 9 mm ke sasaran berjarak 25 m. Nilai menembak Alfan kemarin lebih tinggi daripada pejabat Marinir lain. Pantas saja selama ini dia dipercaya mengawal wakil presiden.

Alfan diangkat menjadi Dankormar untuk menggantikan Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri. Jabatan itu secara resmi diserahterimakan pada 2 September lalu di lapangan apel Cilandak, Jakarta Selatan. Sebelum menjadi Dankomar, Alfan pernah menjabat komandan batalyon intai, wakil komandan Paspampres, dan kepala staf korps Marinir.

Selain disambut dengan atraksi menembak, dia menyaksikan gelar 5 ribu prajurit Marinir, mulai Pasmar-1, Kolatmar, dan Lanmar Surabaya. Dia terkesan dengan sambutan itu. Dia berpesan agar prajuritnya terus berlatih walau tak ada penugasan tempur.

Kesiapan tempur prajurit Marinir tampaknya mendapatkan perhatian serius dari Alfan. Pola latihan yang selama ini dilaksanakan bertahap tiap triwulan akan dipadatkan. Tujuannya, waktu latihan tempur bisa lebih panjang dan efektif.

Sebab, menurut Alfan, selama ini waktu latihan prajurit terlalu singkat. “Biasanya, dalam tiap triwulan, masa latihan tempur hanya seminggu. Nanti saya ganti langsung 21 hari agar manuver tempur anak-anak di lapangan bisa benar-benar terlatih,” ujar Alfan.

Selain itu, dia berjanji mengapresiasi seluruh prajurit yang aktif dalam kegiatan peningkatan kemampuan menembak dan bela diri.(sumber :jawapos )

TNI AL Inginkan Kapal Selam Buatan Rusia

Project-636-Kilo-class

Project-636-Kilo-class

Teknologi kapal selam Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan negara tetangga Malaysia. Karena itu, TNI AL menginginkan kapal selam yang efek tangkisnya lebih dari kapal Scorpen yang dimiliki negeri jiran tersebut.

Keinginan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno saat berbincang dengan wartawan di kediamannya di Jakarta, Minggu (22/8).

“Kita harus punya kapal selam yang punya deterrent effect. Mereka tahu saja kita punya, sudah membuat mereka takut. Kalau kita beli yang tidak ada deterrent effect-nya, mending dibelikan beras saja,” katanya.

Dephan telah menganggarkan US$700 juta untuk pembelian kapal selam. TNI AL berencana membeli dua kapal selam untuk menambah kekuatan kapal selam Indonesia yang sudah usang. KSAL beberapa waktu lalu menyebut ada dua opsi negara yang dipertimbangkan untuk menyediakan kapal selam bagi Indonesia, yakni Rusia dan Korea Selatan.

Menurutnya, kapal selam yang dimiliki oleh Malaysia bisa disaingi oleh kapal selam buatan Rusia kelas kilo dimodifikasi project 636. Sedangkan, kapasitas kapal selam buatan Korsel tidak berbeda jauh dengan yang dimiliki Indonesia sekarang, yakni tipe U214.

“Kapal selam buatan Rusia itu bisa menembak dari bawah laut ke darat,” sahutnya.

Ia tidak menampik jika rencana pembelian itu bisa memancing perlombaan persenjataan. Menurutnya, jika memang ingin membangun kekuatan militer, tentunya bersaing dalam kualitas.

“Jika ingin membangun kekuatan tentara, ya mesti ada persaingan persenjataan,” ucapnya. (sumber:mediaindonesia)

Jelang Sail Bunaken, TNI-AL Galakkan Patroli Udara

foto:jawapos

foto:jawapos

- Jelang Sail Bunaken, semua pihak yang terlibat makin mematangkan persiapan. Salah satu di antaranya TNI-AL. Kemarin (6/8) dengan menggunakan pesawat jenis Nomad, Lanudal Manado berpatroli di seputaran perairan Sulut.

Rute yang dilalui pesawat yang dipiloti Leptu Laut (P) Sugiman dan kopilot Letnan Ahmad Ervan tersebut meliputi Selat Bitung, Pulau Bangka dan Lembeh, Manado Tua, Bunaken, dan Manado Bay.

Menurut Letnan Ahmad Ervan, sementara ini perairan Sulut berada dalam kondisi aman. ”Yang kami temui tadi saat patroli, beberapa kapal ikan, kapal kargo, dan juga kapal layar,” bebernya.

Komandan Lanudal Manado Mayor (Laut) Eko Syam H. mengatakan, TNI-AL memang punya jadwal rutin patroli udara. Karena even Sail Bunaken semakin dekat, patroli lebih diperketat. (sumber:jawapos)

Lanud Tarakan Senin Resmi Dioperasikan

PANGKALAN Udara (Lanud) Tarakan tipe C di Kalimantan Timur resmi akan dioperasikan, Senin (27/7) mendatang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan Lanud di wilayah  Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II sebanyak 20 Lanud, tiga di antaranya adalah Pangkalan Induk masing-masing berada di Makassar, Madiun, dan Malang.

Hal ini diungkap Panglima Komando Operasi TNI AU, Marsekal Muda (Marsda) Yushan Sayuti saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat sore (24/7) via ponselnya.

Dijelaskan, pesawat tempur dan pesawat pengintai mempunyai kemampuan jarak jangkau untuk melaksanakan operasi sehingga perlu membentuk pangkalan udara (Lanud) yang tepat berada di garis depan. Pasalnya, salah satu yang menjadi fokus pengawasan dan pengamanan adalah wilayah di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan demikian, daya jangkau pesawat tempur dan pesawat pengintai memiliki waktu cukup lama beroperasi.

Kata Yushan, sebelumnya operasi TNI AU bergerak dari Lanud Balikpapan. Namun, karena dari Tarakan dari segi jarak lebih dekat dan efektif, maka selanjutnya operasi dialihkan ke wilayah Tarakan dengan memanfaatkan run way bandara penerbangan sipil yakni bandara Juata.

“Sebenarnya tahun 2006 lalu kita telah menerima Surat Keputusan dari kepala staf Angkatan Udara tentang pembentukan Lanud Tarakan Type C sehingga tidak menumpang lagi di penerbangan sipil namun karena sarananya belum cukup pengoperasiannya pun  tertunda. Namun Senin nanti dibuka dan saya sendiri yang resmikan Lanud Tarakan ini,” jelas Yushan.

Ditanya soal Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista), Panglima Koopsau II ini menjelaskan, alutsista tetap berada di pangkalan induk. Namun jika melaksanakan operasi di wilayah Kalimantan Timur, alutsista akan digerakkan ke Lanud Tarakan. (sumber:jurnas)

Latihan Gabungan TNI Rutin Digelar di Kaltim

persiapan latgab tni

persiapan latgab tni

TNI secara resmi memiliki daerah yang bersifat permanen untuk menggelar latihan gabungan. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kalimantan Timur telah menyatakan kesediaan menjadikan sekitar 26 ribu hektare wilayahnya yang terletak di Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, sebagai daerah latihan.

Persetujuan ditandai penyerahan surat Keputusan Bupati Kutai Timur tentang Penetapan Lokasi Latihan Gabungan TNI oleh Bupati Kutai Timur, Isran Noor, pada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di markas TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (14/7).

Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, Pemda Kalimantan Timur berpandangan latihan TNI secara rutin dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan negara.

Terlebih, di provinsi ini terdapat garis perbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 1.038 km. Belum lagi perbatasan laut yang terbuka, terutama di perairan Ambalat yang belakangan semakin gencar diklaim Malaysia sebagai bagian dari hak daulatnya.

Pada kesempatan tersebut Panglima Kodam VI/Tanjungpura, Mayor Jenderal Tono Suratman melaporkan rencana pembangunan pasar di perbatasan Jagol Babeng untuk mengurangi mobilitas penduduk ke wilayah Malaysia guna berbelanja keperluan sehari-hari. (sumber:jurnas)

Anggaran TNI Naik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaiki Panser 6x6 buatan Pindad didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7). Presiden menghadiri acara serah terima 40 unit Panser 6x6 ini oleh Pindad kepada TNI untuk memperkuat armada alutsista. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan memperkuat alutsista pertahanan dengan produksi dalam negeri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaiki Panser 6x6 buatan Pindad didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7). Presiden menghadiri acara serah terima 40 unit Panser 6x6 ini oleh Pindad kepada TNI untuk memperkuat armada alutsista. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan memperkuat alutsista pertahanan dengan produksi dalam negeri

Pemerintah akan meningkatkan anggaran pertahanan secara bertahap mulai tahun 2010. Terkait dengan rencana strategis pertahanan, akan dikembangkan pula pasukan siaga dan pusat pasukan pemelihara perdamaian.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal itu seusai menyaksikan serah terima 40 panser 6×6 buatan PT Pindad kepada Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Hanggar CN-235 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (10/7).

Penyerahan 40 panser itu merupakan bagian dari pembelian 150 panser 6×6 dan 4 panser intai produksi PT Pindad bernilai Rp 1,12 triliun.

Presiden menjelaskan, dalam rancangan APBN 2010, pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan anggaran pertahanan lebih dari 20 persen dari Rp 33,6 triliun pada 2009 menjadi Rp 40,6 triliun. ”Secara sistematik, tahun demi tahun, kita menuju angka yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan minimum yang diperlukan, antara Rp 100-Rp 120 triliun,” ujar Presiden.

Saat ini Menteri Pertahanan dan pimpinan TNI telah memiliki cetak biru bidang pertahanan, tetapi itu harus dimutakhirkan. ”Kalau hanya parsial dan situasional, berpuluh-puluh triliun rupiah yang dikeluarkan tidak akan mencapai sasaran,” katanya.

Presiden mengingatkan agar peningkatan anggaran betul-betul digunakan secara tepat. ”Selain itu, harus ada audit. Saya tidak ingin ada bisnisnya di lingkungan TNI, lantas sistem persenjataan dan perlengkapan tidak sesuai dengan standar yang ada. Itu menyangkut nyawa prajurit,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, Indonesia akan memiliki pasukan siaga (stand by force) yang siap digerakkan ke mana saja untuk tugas-tugas perdamaian dengan panser buatan sendiri yang tidak kalah kualitasnya dengan buatan negara-negara lain.

Tak berubah

Pengamat militer dari FISIP UI, Andi Widjojanto, menilai, kebijakan anggaran belanja pertahanan pemerintahan mendatang tidak akan berubah secara signifikan, terutama dalam besaran nominalnya. ”Faktor utama yang menghalangi pemerintah menaikkan alokasi anggaran pertahanan adalah anggaran itu sendiri, terutama ketika belanja pertahanan masih menjadi bagian dari APBN,” ujar Andi.

Pemerintah diyakini masih akan memfokuskan kebijakan penganggaran mereka untuk memenuhi kebutuhan mendasar, seperti sektor perekonomian, kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

”Kebijakan dan postur pertahanan akan tetap selalu didikte oleh anggaran. Untuk itu, seharusnya pemerintah memikirkan sebuah terobosan baru,” katanya.

Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan kebijakan penganggaran multitahun untuk belanja pertahanan dengan komitmen menaikkan besarannya, setidaknya 15 persen dari tahun sebelumnya setiap tahun. (sumber:kompas.com)

Marinir Siap Amankan Pilpres, Khususnya Indonesia Timur

 

 

marinir

- Jajaran TNI tidak mau ketinggalan untuk mengamankan pelaksanaan pemilu presiden (pilpres). Secara serentak, digelar pasukan pengamanan pilpres di jajaran Mako Pasukan Marinir (Pasmar)-1 Surabaya. Batalyon Tim Pendarat (BTP)-1 Marinir, misalnya, menyiagakan 1.300 personel di Yonif-5 Marinir.

”Mereka siap bersama perlengkapan tempurnya bila sewaktu-waktu dibutuhkan di berbagai pelosok negeri ini,” kata Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra kemarin (2/7). Di Yon-1 Marinir Jalan Teluk Bayur, Tanjung Perak, Surabaya, juga digelar pasukan yang diikuti 637 personel yang terdiri atas Yon Kav, Yon Intai Amfibi yang dikenal sebagai pasukan elite Marinir dan batalyon lain.

Menurut Mendra, pasukannya siap diterjunkan dalam pengamanan pilpres. Selain di Jawa Timur, cakupan Marinir meliputi seluruh wilayah nusantara, khususnya di Indonesia Timur.

Mendra mengatakan, dalam kondisi normal, jajaran TNI bisa bergerak atas permintaan dan kendali polisi. Namun, apabila ada gangguan keamanan yang mengancam negara, TNI bergerak sesuai instruksi panglima TNI. ”Secara keseluruhan, Marinir sudah siap untuk melakukan pengamanan,” tuturnya. (sumber:jawapos)

Kapal Perang AS Terobos Perairan Natuna Tanpa Ijin.

77042large

- Monitor Satuan Radar 212 TNI-AU di Batam menunjukkan sinyal mencurigakan pada Selasa 23 Juni sore lalu. Terindikasi ada enam kapal perang asing memasuki kawasan alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna.

Hasil pelacakan lebih jauh, keenam kapal perang itu milik AL Amerika Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menerbankan pesawat cassa TNI-AL untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Hasilnya, keenam kapal dengan persenjataan lengkap dan sebar otomatis itu memang berjalan beriringan di perairan Indonesia.

Tanpa melakukan tindakan apa pun, pesawat pengintai TNI-AL terus memantau pergerakan iring-iringan kapal perang AS itu. Setelah tiga jam mengintai, tanpa disadari sebuah helikopter puma AS mendekati pesawat pengintai tersebut.

Sempat terjadi perdebatan. Namun, tidak berlangsung lama karena perlahan-lahan iring-iringan kapal perang AS itu menjauh dari perairan Indonesia.

Dari hasil pengintaian tersebut diperoleh data bahwa iring-iringan kapal perang AS terdiri atas kapal induk USS Ronald Reagen, dua kapal destroyer, dua kapal frigate, satu tanker minyak. Kapal induk USS Ronald Reagan itu mengangkut puluhan pesawat tempur.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Deddy Suparli membenarkan adanya iring-iringan kapal perang AS yang melintas di wilayah perairan Indonesia itu. ”Jelas terlihat kapal tersebut berbendera AS dan memasuki perairan Indonesia tanpa tujuan yang jelas,” katanya.

Tidak hanya bercerita, Deddy menunjukkan foto iring-iringan kapal tersebut. Setelah insiden itu, TNI-AL dibantu TNI-AU terus mengawasi dan mengintai sekitar perairan Natuna. (sumber:jawapos)

TNI AU-US Force Gelar Latihan Terjun Bersama

pacc-us-1

— Sebanyak 212 pasukan gabungan dari pasukan TNI AU dan pasukan US Air Force Amerika Serikat melakukan latihan terjun bersama di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (22/6).

“Personelnya 150 prajurit TNI AU dan 62 prajurit US Air Force,” kata Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Penerbang Sri Mulyono di sela-sela latihan. Ikut hadir pada acara itu Komandan Operasi Group 374 US Air Force Col Mark A Hering.

Sri Mulyono mengatakan, dalam latihan tersebut akan dilakukan pelaksanaan droping barang ataupun personel untuk kesiapan pasukan menghadapi situasi bencana.” Take off dari Halim dan dropping di Gorda Tanggerang,” ungkapnya.

Latihan tersebut, kata Sri, untuk mempererat kerja sama TNI AU dan US Air Force serta saling berbagi teknik pengalaman dan teknik-teknik penerbangan.

Rencananya, latihan tersebut akan dilaksanakan selama empat hari hingga 26 Juni dengan menggunakan dua pesawat hercules milik US Air Force.(kompas)

BREVET SPANYOL DI DADA PRAJURIT GARUDA

medali-sepanyol-22-6-09

Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL boleh berbangga hati, karena di dada mereka telah tersematkan  sebuah brevet penghargaan dari kontingen Spanyol.   Ini adalah sebuah penghargaan yang merupakan bukti kerja keras kita  selama ini, diakui oleh negara lain, kata Dansatgas Konga XXIII-C – Letkol Inf R. Haryono pada saat  penyematan  brevet tersebut di sela-sela Apel Gabungan yang dilaksanakan di Lapangan Garuda, Soekarno Base UN POSN 7-1, Sabtu pagi (20/6) waktu Lebanon.  Pemberian penghargaan dari Kontingen Spanyol itu sendiri sudah disematkan oleh Komandan Sektor Timur UNIFIL – Brigjen Asarta Cuevas kepada Dansatgas Konga XXIII-C beberapa waktu yang lalu.  

 

Menurut Letkol Inf R. Haryono, penghargaan yang diberikan kepadanya bukan penghargaan yang bersifat perorangan, namun merupakan penghargaan yang bersifat kolektif. “Saya tidak bekerja sendirian, tanpa ada prajurit yang memiliki dedikasi yang tinggi serta semangat juang yang tinggi, mustahil Kontingen Garuda akan mendapatkan penghargaan dari Kontingen Spanyol”.  

 

Lebih lanjut  Dansatgas  mengatakan, bahwa yang berhak menerima penghargaan ini bukan hanya Dansatgas, Wadansatgas dan Kasiops saja, melainkan semua prajurit Indobatt yang telah melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab.  

 

            Kontingen Spanyol memberikan penghargaan kepada Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian Battalion) karena selama bertugas di Sektor Timur UNIFIL dibawah Komando Brigjen Asarta Cuevas yang berasal dari Spanyol, telah berhasil menjaga wilayah operasi yang dipertanggung jawabkannya dengan maksimal.  Sehingga pada masa kepemimpinan Jenderal Asarta, kondisi sektor Timur UNIFIL dalam keadaan aman dan kondusif bahkan zero accident.  

 

Indobatt  juga pantas mendapatkan penghargaan tersebut, karena pada saat pelaksanaan full deployment operation  yang  pernah  dilaksanakan untuk menguji kesiapan kontingen juga dinilai yang tercepat serta paling siap diantara kontingen yang lain.    Penghargaan yang diberikan oleh Kontingen Spanyol ini bukanlah suatu hal yang harus dibanggakan, tetapi justru harus dipertanggung jawabkan oleh seluruh prajurit Indobatt.  Karena sampai akhir masa penugasannya di Lebanon Selatan nanti, Konga XXIII-C harus mampu mempertahankan kondisi wilayahnya dalam keadaan aman dan bebas dari gangguan keamanan, meskipun Komandan Sektor Timur UNIFIL sudah beralih ke  Brigjen Prieto Martinez yang juga berasal dari Spanyol.(sumber:PUSPEN TNI)

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.