PRAJURIT LANUD SULTAN HASANUDDIN BERHASIL DENGAN SELAMAT

SURVIVAL

SURVIVAL

LANUD HASANUDDIN – Setelah menelusuri perjalanan yang penuh rintangan baik turunan maupun tanjakan di sekitar daerah perbukitan Bili–Bili, Prajurit Lanud Sultan Hasanuddin digempur dengan serangan musuh yang menggunakan TNT maupun rentetan peluru senapan. Penyelamatan diri dilakukan dengan tiarap dan bersembunyi diantara rerumputan dan pepohonan. Selang beberapa saat kemudian datang bantuan pesawat helikopter yang senantiasa standby di Lanud Sultan Hasanuddin dengan menerjukan Pasukan Khas TNI AU bersenjata lengkap untuk membantu Prajurit yang mengalami insiden pada saat penungasan. Demikian skenario awal latihan survival dasar Lanud Sultan Hasanuddin T.A. 2009 yang disaksikan langsung oleh Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Arief Mustofa yang bertindak selaku Direktur Latihan.

Selanjutnya, para peserta survival dilatih untuk menyelamatkan diri di laut, dengan menggunakan alat bantu seadanya, berupa perahu karet dan jaket pelampung. Selain itu, dilatihkan pula penyelamatan diri ketika di tengah–tengah laut terjadi serangan musuh dari udara yang ditandai dengan pesawat Sukhoi yang melaksanakan penerbangan sebanyak 3 shortly. Dengan sigap peserta harus membalikkan perahu karet serta menjauh dan menyelam. Penyelamatan diri dilakukan dengan menggunakan bantuan helikopter yang terbang rendah mendekati prajurit yang terapung di tengah–tengah laut.

Menjelang malam hari, prajurit melaksanakan kompas malam di daerah Takalar serta bermalam disana dengan mendirikan para–para sebagai tempat istirahat. Pada saat di AWR (Air Weapon Range) Takalar para peserta survival membaur bersama sambil beramah tamah dengan penduduk setempat, menonton film yang diputar dengan menggunakan layar lebar yang disiapkan team komando latihan. Dan pagi hari berikutnya, kembali ledakan TNT dan rentetan peluru senapan membangunkan para peserta survival dan menandai akhir latihan dan seluruh peserta berhasil dengan selamat. Dua daerah yang dijadikan sebagai lokasi latihan tersebut yaitu daerah Bili–Bili dan AWR Takalar yang merupakan asset TNI AU yang berada di bawah binaan Lanud Sultan Hasanuddin dan merupakan lahan yang strategis sebagai daerah latihan yang sangat dibutuhkan.

Pada pukul 08.00 WITA, Jumat (20/3), Latihan Survival Dasar Lanud Sultan Hasanuddin T.A 2009 ditutup dengan upacara militer. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin pada sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin selaku Inspektur Upacara mengatakan bahwa “Latihan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan serta kesiapan awak pesawat Lanud Sultan Hasanuddin, dalam mempertahankan hidup dan dasar-dasar penyelamatan diri dalam segala kondisi dan situasi darurat. Lebih lanjut dikatakan, sebagai sarana untuk melatih dan memupuk kerja sama, beliau memberikan apresiasi yang positif terhadap hasil yang dicapai dari latihan tersebut.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kadislog Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Tek Anwar Kasim, Danskadron Teknik 044, Danyon Paskhas 466 serta undangan baik dari kalangan TNI maupun pejabat sipil yang berada di kabupaten Takalar.( situs:TNI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: