Logo Partai Terlarang di Surat Suara

kpu

 Pemilu di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Kamis siang (9/4) digemparkan penemuan lima surat yang dicoret dengan tinta merah. Coretan tersebut berbentuk gambar palu dan arit yang merupakan logo partai terlarang PKI (Partai Komunis Indonesia). Selain coretan logo tadi, di surat suara tersebut ada tulisan yang menghujat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lima surat suara itu terdiri atas dua lembar untuk DPD dan masing-masing selembar untuk DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Dari rincian tersebut, diduga pelakunya lebih dari satu orang. Sebab, tidak mungkin ada seorang pemilih yang mendapatkan dua surat suara untuk DPD.

Surat suara dengan coretan itu ditemukan di TPS 11 Dusun Jaten, Desa Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo. Begitu mendapatkan laporan tersebut, Polres Kendal langsung mengirimkan satu truk pasukan dalmas ke lokasi.

Konon, polisi sudah berhasil menangkap pelaku dan menahannya di Mapolres Kendal. Namun, sampai kemarin (10/4) identitasnya masih dirahasiakan.

Ketua Panwaskab Supriyadi SH yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya lima kartu suara yang digambari palu-arit dan sejumlah kata dengan menggunakan bolpoin merah. Demikian pula halnya dengan Ketua KPUD Drs H Abdullah Sachur. Keduanya baru pulang sekitar pukul 02.00 kemarin.

Prediksi tertundanya pemungutan suara di beberapa wilayah di Provinsi Papua benar-benar terbukti. Pada hari pelaksanaan pesta demokrasi Kamis lalu (9/4), di antara 6.748 TPS se-Provinsi Papua, 150 TPS tidak bisa melaksanakan pemungutan suara tepat waktu. Pemilihan tunda dilaksanakan Jumat dan Sabtu, 10-11 April.

Hingga kemarin (10/4), tersisa 86 TPS yang belum mengadakan pemilihan. Dijdawalkan hari ini, pemilihan tunda bisa dilaksanakan di puluhan TPS tadi. ”Mereka baru menerima logistik hari ini,” jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Benny Sweny.

Sebanyak 150 TPS yang tidak bisa melakukan pemungutan suara pada Kamis itu adalah 110 TPS di Kabupaten Yahukimo, 23 TPS di Kabupaten Paniai, dan 17 TPS di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebanyak 86 TPS yang hingga kemarin belum melaksanakan pemungutan suara terdiri atas 46 TPS di Kabupaten Yahukimo, 23 TPS di Kabupaten Paniai, dan 17 TPS di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Hari ini (kemarin, Red) logistiknya sudah sampai di Kabupaten Paniai dan Pegunungan Bintang. Kemudian, khusus di Distrik Angguruk, Kabupaten Yahukimo, helikopternya belum bisa tembus ke sana karena terhalang cuaca. Diharapkan bisa dilaksanakan besok (hari ini),” ujar Benny.

Terkait dengan kerusuhan di Abepura, menurut Benny, beberapa TPS terpaksa menunda penghitungan suara. Penundaan itu dilakukan karena berembus isu akan adanya serangan susulan. “Waktu penghitungan suara akan ditetapkan kemudian,” katanya. (sumber:jawa pos)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: