BAYI YANG MENJADI BATU DI DALAM PERUT.

          Tim dokter dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu dalam rongga perut Ny Painah (48) pada saat operasi pengangkatan mioma uteri yang dilakukan tim dokter dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG di Rumah Sakit dr Noesmir Baturaja Rabu (22/4).

Bayi dengan berat sekitar 300 gram – 400 gram dan panjang 14 cm itu menurut keluarga Painah  sudah menghuni perut ibunya selama 24 tahun. Namun setelah acara tujuh bulanan, bayi hilang dan perut ibunya berangsur mengecil seperti orang sudah bersalin.

Dokter H Hafiz Usman SpOG mengatakan kasus ini atau dalam istilah medis Lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Utara (OKU). Ibu bayi mengalami kehamilan intraabdominal /ekstra utrin. Bayi meninggal dunia pada kehamilan tujuh bulan dan tidak ada jalan keluar (lahir) karena posisi bayi di dalam rongga perut atau bayi berada di luar rahim

bayi3

 

Penyebabnya…?Menurut keluarga Painah, kemungkian besar bayi itu sudah “menghuni” perut ibunya selama 24 tahun. Saat itu, setelah acara nujuh bulan (syukuran untuk wanita yang sedang hamil tujuh bulan), janin di perut Ny Painah hilang dan perut Ny Painah berangsur mengecil seperti orang yang sudah bersalin.

 

Dr H Hafiz Usman SpoG yang ditemui seusai melakukan tindakan operasi mengatakan, kasus ini atau dalam istilah medis lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Ulu (OKU). Namun, di dunia medis hal ini sudah dikenal, dan kasus terakhir terjadi di Jawa Timur.

Menurut Dr H Hafiz Usman SpoG, Painah mengalami kehamilan intra abdominal atau ekstra utrin, janin meninggal dunia di dalam tapi tidak terjadi pembusukan dan janin tidak keluar (lahir) sebab posisi janin di dalam rongga perut (di luar rahim). Akibatnya, terjadi proses kalsifikasi (pengapuran).

Janin dengan berat 300 gr-400 gr dan panjang 14 cm (jika diluruskan), menurut dokter, diperkirakan berusia empat bulan. Janin normal ini masih terbungkus jaringan ikat kologin dengan posisi tangan kanan dilipat di bawah kepala dan tangan kiri terlipat di bawah paha kiri. Menurut Dr H Hafiz Usman, janin pasangan Ny Painah dan Sugiyanto ini sudah memiliki anggota gerak atas dan bawah yang lengkap.

Menurut Hafiz Usman, awalnya pasien masuk ke rumah sakit dengan keluhan  keluar darah dari vagina (pendarahan) selama dua bulan terakhir tanpa henti. Selanjutnya, pasien asal Desa Krujon, Kecamatan Semendaway Suku III atau yang lebih dikenal BK XVI Belitang, Kabupaten OKU Timur, ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan USG ditemukan tumor jinak di dalam rahim dan disarankan operasi mioma uteri.

Lebih jauh, menurut dokter, saat USG tidak tergambar dengan khas kalau ada lito pediun dalam perut pasien sehingga perhatian tim dokter hanya terfokus pada tumor. Operasi dimulai pukul 09.00 (1,5 jam) setelah dokter melakukan tindakan operasi pengangkatan mioma uteri, rahim lengket ketika dilepaskan dokter teraba benda seperti batu di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim.

Awalnya dokter heran kenapa ada batu dalam perut pasien, rupanya ditemukan lito pediom di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim. Setelah dokter menemukan lito pedium, tak lama berselang dokter juga menemukan tembuni yang tidak terserap yang juga sudah mengalami pengapuran.

Kasus hamil di luar rahim sebenarnya sering terjadi, tapi bila cepat ketahuan bisa diselamatkan dengan cara melakukan operasi pada saat janin sudah cukup bulan. Kasus ini menurut dokter tergolong langka.

“Bila keluarga pasien ikhlas bisa disumbangkan ke laboratorium untuk kepentingan pengetahuan dunia kedokteran,” katanya. Namun, sayangnya, keluarga Painah akan menguburkan janinnya, apalagi ini janin pertama dan terakhir (karena setelah itu Painah tidak hamil lagi).

Pengamatan  Sripo, Painah yang baru menjalani operasi belum pulih. Wanita separuh baya ini terlihat belum sadar. Anggota keluarga Painah ingin merahasiakan seputar ditemukannya janin yang sudah mengalami pengapuran, bahkan mereka meminta pengunjung rumah sakit maupun penunggu pasien tidak merubung Painah. “Sudahlah, jangan jadi tontonan, ini orang sakit,” ujar salah seorang keluarga Painah seraya meminta warga membubarkan diri. (sumber:kompas)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: