Burung Kakaktua Bisa Curi Paspor

   – Cerdas juga burung kakaktua yang satu ini. Ia mencuri paspor milik wisatawan Skotlandia yang sedang berlibur di Selandia Baru. Padahal paspor itu ditaruh di dalam tas.

Saat itu paspor ditaruh di tas berwarna cerah di bagasi bus yang menuju daerah wisata Milford Siund di wilayah Fiorland, Pulau Selatan. Demikian diberitakan AFP, Jumat (29/5/2009).

Burung kakaktua khas Selandia Baru yang dikenal dengan nama Kea itu masuk ke dalam bagasi saat bus sedang berhenti. Cerdiknya, Kea tahu benar kapan saat yang tepat untuk menjarah tas-tas para wisatawan. Pilihannya jatuh pada tas cerah milik pria Skotlandia. Tak berpikir panjang, Kea mengambil paspor yang ada di dalamnya.

Burung itu terakhir terlihat masuk ke hutan, hingga pria Skotlandia yang enggan menyebutkan namanya itu berpikir tak akan mendapatkan paspornya kembali.

“Jadi orang Skotlandia, saya memiliki selera humor yang tinggi. Jadi saya menanggapinya dengan humor,” katanya.
 
“Paspor itu kini ada di sebuah tempat di Fiordland. Kea mungkin menggunakannya untuk transaksi curang atau sesuatu yang lain,” celetuknya. Fiordland sendiri daerah yang memiliki luas 7.360 kilometer persegi.
 
Dilaporkan Telegraph.co.uk, pria itu sempat menghubungi Komisi Tinggi Inggris di Wellington untuk dibuatkan paspor pengganti. Namun dia harus menunggu hingga enam pekan hingga paspor itu selesai. Untungnya, pria itu baru akan kembali ke Skotlandia pada Agustus mendatang.(sumber:okezone)

Iklan

Dephan Pertahankan Proses Kapal Selam

PENGADAAN kapal selam sudah diputuskan ditunda dalam rapat kabinet terbatas, Rabu (27/5) lalu. Meski demikian, Departemen Pertahanan (Dephan) tetap melanjutkan proses pembelian senjata strategis tersebut.

“Lanjutan proses kami tampung sebagai persiapan pendahuluan saja,” kata Sekretaris Jenderal Depan, Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin kepada Jurnal Nasional di Jakarta, Jumat (29/5).

Dia menjelaskan, pembelian kapal selam tidak dianggarkan melalui APBN, tapi lewat kredit negara yang ditawarkan Rusia sebesar U$1 miliar. Departemennya menargetkan, kontrak pembelian senjata asal negeri Beruang Merah tersebut kelar Desember tahun ini.

Target tersebut sebagai tindak lanjut percepatan penyerapan sisa anggaran pertahanan dari Kredit Ekspor periode 2004-2009 yang mencapai U$1,2 miliar dolar atau sekitar Rp14 triliun.

Sjafrie menegaskan, pihaknya akan menyesuaikan kalau ternyata pemerintah tidak menyediakan skema anggaran bagi pembelian kapal selam. “Bedakan antara keputusan politik dan proses manajemen di Dephan,” kata lulusan Akademi Militer tahun 1974 itu.

AIR_Mi-17_Armed_Landing_lgDia mengungkapkan, telah dua kontrak yang disepakati dari kredit negara asal Rusia, yaitu pembelian helikopter MI-17 untuk Angkatan Darat dan tank amfibi BMP 3F yang diperuntukkan bagi Marinir, Angkatan Laut.

Penjelasan dari TNI AL terkait kapal selam juga sudah diterima. “Termasuk presentasi dari negara produsen,” katanya.

BMP 3F
BMP 3F

Direktur Jenderal Sarana Pertahanan, Dephan, Marsekal Muda Eris Herryanto mengatakan, telah ada dua produsen kapal selam yang telah melakukan presentasi, yaitu galangan kapal dari Jerman dan Korea Selatan.

“Keduanya telah menyatakan siap melakukan alih teknologi,” kata dia.

Eris menjelaskan, pembangunan kapal selam memakan waktu tujuh tahun. Karena itu, ketika ada dana, sudah sepantasnya kontrak langsung disepakati.

Saat ini matra laut memiliki dua kapal bawah air, yakni KRI Cakra dan Nanggala. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Iskandar Sitompul menjelaskan, meski hanya memesan satu kapal selam efek tangkal yang dihasilkan cukup besar.

Dia sadar betul anggaran pertahanan ideal tidak akan dicapai dalam waktu dekat. Pihaknya hanya meminta pembangunan kekuatan minimal untuk mengamankan perairan Indonesia yang sedemikian luas.

“Kapal yang terbatas, disiasati dengan data intelijen yang kuat dan akurat,” kata Iskandar.(sumber:jurnas)

 

Sri Mulyani Tentang Neolib dan Kemandirian Ekonomi

3547917395_2641618886_m

— Istilah neoliberalisme dan kemandirian ekonomi tiba-tiba menjadi jargon yang populer menjelang pemilihan presiden Juli ini. Diakui atau tidak, tema ekonomi menjadi sangat relevan untuk diadu oleh para kandidat capres-cawapres yang akan berlaga.

Menanggapi masalah neoliberalisme dan kemandirian ekonomi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun berbicara.

Dikatakan pelaksana tugas Menko Perekonomian ini,  Indonesia memiliki banyak kemandirian ekonomi yang bisa dibangun. “Indonesia jelas punya banyak sekali kemadirian ekonomi yang bisa dibangun berbasiskan kekuatan dari potensi ekonomi dalam negeri,” kata Sri Mulyani di ruang kerja Menko Perekonomian Kompleks Gedung Depkeu, saat menerima Kompas Gramedia Group.

Ia memaparkan kemandirian ekonomi dapat dibangun karena Indonesia memiliki modal berupa populasi yang besar dan daya beli yang cukup. Selain itu, Menkeu menyebut, Indonesia juga memiliki demografi dengan sebagian besar penduduk berusia muda. “Itu akan bagus karena biasanya kalau muda itu kebutuhan dan konsumsinya biasanya banyak. Sekolah, rumah, mobil, dan sebagainya,” ujarnya. Tingginya tingkat konsumsi ini, akan menggerakkan kemandirian ekonomi dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

Sementara itu, terkait paham ekonomi liberal atau neoliberal, disebutkannya  kompetisi bebas sebenarnya bagus buat rakyat. “Karena Anda akan membebaskan rakyat dari cengkaraman monopoli-monopoli yang bisa menghisap atas nama nasionalisme,” katanya.

Menurut dia, mahzab ini beranggapan rakyat akan diberikan maximum benefit (keuntungan besar) jika diterapkan. “Misalnya yang tadinya kalau sektor komunikasi berperan cuma Telkom, dia bisa enak-enak saja. Ngomong putus sambungan dan pulsa mahal. Padahal misalnya kalau ada yang lain ada keuntungan besar buat rakyat, misalnya harga (pulsa bisa) gratis,” kata Sri.

Dari sinilah, lanjut dia, muncul pertanyaan soal aset domestik yang membawa jargon nasionalisme atas nama rakyat. “Terus rakyat yang mana? Rakyat producer dan rakyat consumer. Rakyat kelas menengah dan kelas bawah. Rakyat fix income dan non fix income. Nah ini kan tergantung konstituen,” kata Sri.

Dia mengatakan, negara mana pun di dunia tak ada yang esktrem benar menerapkan konsep ekonomi neoliberal. Negara seperti China pun, lanjut dia, mengombinasikan sistem komunisme yang mereka anut dengan sistem kapitalisme. Termasuk negara ekstrem sekaliber Amerika Serikat, setelah krisis keuangan global baru sadar kalau tingkah laku dari kapitalisnya telah merusak perekonomian mereka. “Mereka mulai katakan we will to regulated,” katanya.

Menurut dia, dalam sistem ekonomi mana pun yang diperlukan sebenarnya adalah peranan pemerintah yang bersih dan efektif. “Nonsense mau jadi ekonomi liberal atau ekonomi kerakyatan tanpa pemerintahan yang efektif dan bersih. Kalau Anda penganut liberal misalnya untuk memasukkan modal asing harus ada wasit, dan wasitnya adalah peran pemerintahan yang bersih dan efektif,” kata dia.(sumber:kompas)

Dia Menyimpan Jenazah Ibunya Selama 20 Tahun.

— Seorang perempuan lanjut usia menyimpan jenazah ibunya di lemari pendingin selama 20 tahun. Jenazah tersebut ditemukan terbungkus dalam kantong sampah di sebuah freezer yang terletak di garasi kediaman Daulat Irani (83) di Sidcup, London bagian tenggara.

Polisi menginterogasi Irani, Rabu (27/5), setelah kasus ini terbongkar. Polisi yakin Irani selama ini menyembunyikan jenazah ibunya karena khawatir akan diketahui oleh aparat bahwa ibunya telah menetap di Inggris secara ilegal apabila kematian ibunya itu diketahui khalayak luas.

Jenazah itu telah secara resmi diidentifikasi sebagai Gulbai Freedoon Murzan yang lahir pada 1901. Diyakini, Gulbai Freedon Murzan telah meninggal dunia 20 tahun lalu.

Polisi selama ini belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Gulbai Freedon Murzan. Hasil pemeriksaan post-mortem terhadap jenazah ibu dari Daulat Irani itu akan dikeluarkan dalam pekan ini.

Polisi mulai mendatangi kediaman Irani di Park Mead pada 10 Mei berdasarkan keterangan dari seorang tetangganya. Petugas forensik kemudian mendatangi kediaman Irani dan menyita jenazah Murzan yang diawetkan secara baik itu.

Salah satu tetangga, Ray Dyson (77), menggambarkan Irani sebagai wanita tua yang pandai menyimpan rahasia. “Cukup mengagetkan. Tiba-tiba dua mobil polisi lengkap dengan petugas forensik mendatangi rumah Irani,” ujarnya.

Polisi telah menyegel garasi Irani dan menggemboknya. Sementara itu, polisi hingga saat ini belum menahan Irani dan baru sebatas menginterogasinya.(sumber:kompas)

Gara-gara Virus FaceBook di Tuntut.

1808852145_7df0081dcd_m

– Theodore Karantsails, pegawai perpustakaan asal Florida mengajukan tuntutan pada situs jejaring Facebook. Beberapa masalah yang terjadi pada accountnya menjadi latar belakang tuntutan dengan ujung-ujung permintaan ganti rugi tersebut.

Semua ini bermula pada tanggal 14 Mei, ia mengklaim, saat itu menjumpai ada ketidakberesan pada account Facebooknya yang sempat tidak berfungsi gara-gara diserbu virus. Foto-foto Karantsails dan teman-teman dunia mayanya yang tergabung dalam accountnya tiba-tiba lenyap.

Namanya pun mendadak berubah menjadi ‘John Doe’. Lebih parah lagi, ia mendapat telepon dari satu teman Faceboknya yang mengatakan bahwa accountnya telah dipakai untuk menyebarkan spam yang menggiring orang-orang ke situs palsu untuk aktifitas phishing (pencurian data) dengan alamat URL yang diakhiri dengan ‘.im’.

Lantaran ketidakberesan yang dialaminya tersebut, Karantsails akhirnya melayangkan tuntutan pada Facebook yang dianggapnya tak mampu melindunginya dari serangan virus. Setelah e-mail dan telponnya tidak direspon, ia pun mengajukan ganti rugi senilai US$ 70,50.

Bagaimana tanggapan Facebook? Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (28/5/2009), juru bicara Facebook, Barry Schnitt mengatakan lewat e-mail, “Kami sangat tertarik mendengar dia datang dengan tuntutan US$ 70,50. Dia tidak akan mendapatkannya, namun kami berjanji kami akan mengembalikan semua uang yang ia bayar untuk menggunakan Facebook”.

Padahal Facebook sendiri sebenarnya mengaku tidak menjumpai accountnya tidak berfungsi dan mereka juga tidak yakin ada masalah di sana.

Setelah kejadian 14 Mei lalu, Karantsails akhirnya harus meng-add kembali teman-temannya satu persatu yang berjumlah sekitar 250. Ia menghitung-hitung, masing-masing dari temannya itu berharga 30 sen. (sumber:detik.com)

 

Demi Download Pornografi Nekat Jadi Maling.

–          Nekat benar aksi yang dilakukan oleh pria ini asal San Diego, Amerika Serikat ini. Dia membobol apartemen seorang wanita hanya untuk men-download pornografi di komputer yang ada di dalam apartemen tersebut.

Dikutip detikINET dari 10News, Kamis (28/5/2009), tersangka bernama Joshua Kittle tersebut pun terpaksa diganjar hukuman setahun penjara. Selain itu, Kittle diminta tidak coba-coba lagi mendekati apartemen korban.

Menurut keterangan aparat, Kittle dinyatakan terbukti menggunakan komputer korban tanpa izin sang pemilik. Selain itu dia didakwa juga dengan tuduhan usaha pencurian.

Penangkapan tersangka bermula ketika korban merasa perabotan yang ada di dalam apartemennya berubah. Kejadian ini tidak hanya sekali melainkan sudah berulang kali.

Merasa curiga, korban dengan cerdik memasang kamera mata-mata. Kamera ini sukses merekam tingkah laku tersangka ketika memasuki apartemen dan melakukan aksi tak senonoh. Selain mendownload pornografi, dia ternyata juga bertelanjang diri di depan komputer korban. (sumber:detik.com)

YONIF 611/AWL SIAP AMANKAN PERBATASAN RI-MALAYSIA

geladi lapangan yonif 611

geladi lapangan yonif 611

KODAM VI/TPR (27/5),- Dalam rangka persiapan tugas operasi pengamanan perbatasan (PAMTAS) RI-Malaysia untuk menggantikan Yonif 613/Raja Alam yang sudah menjalankan tugasnya sejak Juni 2008, Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman, yang didampingi sejumlah Asisten Kasdam VI/Tpr dan para Dansat Balak Kodam VI/Tpr memeriksa kesiapan Yonif 611/AWL di Korem 091/ASN, Minggu (24/5).

 

Rombongan disambut oleh Kasrem 091/ASN Letkol Inf Dedi Sambowo yang mewakili Danrem 091/ASN yang saat ini sedang melaksanakan pendidikan Lemhannas di jakarta.

 

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh para Kasi Korem 091/ASN, Dansat dan Kabalak aju Wilayah Samarinda, untuk melakukan pengecekan kesiapan atau gelar pasukan terhadap Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang akan melaksanakan tugas operasi Pam Tas Darat RI-Malaysia, di lapangan Mako Yonif 611/AWL Loa Janan, Kab. Kutai Kertanegara.

 

      Dalam sambutannya Pangdam VI/Tpr mengatakan, pemeriksaan kesiapan Satgas Pam Tas Darat ini bertujuan untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil dan alutsista yang akan digelar, untuk mengetahui secara langsung tentang kendala dan hambatan yang dihadapi oleh Yonif 611/AWL yang akan melaksanakan tugasnya, serta menyakinkan pimpinan bahwa seluruh personel dalam kondisi sehat dan mental yang baik, siap melaksanakan tugas.

 

      Pangdam VI/Tpr mengharapkan penugasan yang akan dilaksanakan ini mendapat keberhasilan. Untuk itu ada beberapa hal sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas yaitu antara lain: “Pertama; siapkan mental dan fisik seoptimal mungkin dalam menghadapi tugas dan tanggungjawab yang diberikan; Kedua, Perhatikan faktor keamanan personel dan materil mulai serpas maupun selama penugasan; Ketiga, pahami protap yang sudah digariskan oleh pimpinan, pelihara kekompakan, kerjasama dalam tim, disiplin dan loyalitas yang tinggi dan jangan lupa berdo’a sebelum melaksanakan tugas”.

 

      Selain pengecekan lapangan yang meliputi kesiapan prajurit maupun alat peralatan atau Alutsista, Pangdam VI/Tpr juga menerima paparan dari Danyonif 611/AWL Letkol Inf Yudi Hartono tentang kesiapan Yonif 611/AWL yang berjumlah 650 personel dengan tambahan perkuatan 1 SSK (115 personel) dari Yonif 631/Antang Kalimantan Tengah yang sudah bergabung sejak awal bulan Maret 2009 yang lalu.

 

      Ada beberapa hal yang menarik dalam pelaksanaan gelar pasukan tersebut. Di antaranya adalah, Pangdam VI/Tpr tidak membacakan amanatnya pada upacara parade melainkan prajurit dikumpulkan disatu sudut lapangan, kemudian duduk santai untuk mendengarkan sambutan Pangdam sehingga para prajurit tidak merasa tegang menyimak apa yang disampaikan oleh Pangdam dalam kegiatan tersebut.

 

Selain itu Pangdam juga memberikan semacam hadiah uang kepada sejumlah prajurit sebelumnya diperintahkan untuk membaca kalimat “Aku Bangga Jadi Prajurit TNI” sebagai bentuk motivasi dan ungkapan terimakasih seorang pimpinan terhadap prajuritnya.(sumber:dispenmabesTNI)

Waduh Ular Sanca Di Lubang Closet…

ular

 Alangkah kagetnya Rifaldi (10). Saat bocah laki-laki itu kebelet ingin buang air besar, dari lubang kloset kamar mandi rumahnya, muncul kepala ular yang ukurannya sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (27/5/2009), sekitar pukul 10.00 WIB. “Kemudian istri saya menelepon ke kantor. Saya minta istri untuk menutup lubang WC dengan kayu. Trus istri saya ngecek lagi sekitar pukul 1 siang, kepala ular itu tetap ada,” ujar Heru Bachtiar, ayah Rifaldi, saat ditemui di kediamannya di Gang Maleer 5 RT 3 RW 1 Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal.

Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, saat Heru pulang dari kantor, dia kembali mengecek dan kepala ular itu masih nongol. Akhirnya dia memanggil pawang ular yang berada di daerahnya, Ade (53).

“Kepalanya diam saja, kita tarik juga, tetap diam. Kayanya badannya enggak bisa keluar karena pipa WC kan berkelok-kelok, jadi si ular susah keluar,” tutur Heru.

Akhirnya Heru pun membongkar pipa yang berada di halaman rumahnya. Akhiirnya Ade dan Heru, serta dibantu lima tetangga lainnya berhasil menarik badan ular dari dalam kloset. Panjang ular 3,1 meter dengan diameter sekitar 30 centimeter dan berat 13 kilogram.

Menurut Ade, ular itu merupakan jenis ular sanca manuk yang biasa hidup di rawa. Ular iry mempunya warna cokelat kemudaan dengan kulitnya yang seperti batik. “Ular ini tak berbisa. Karena ini jenisnya jantan, maka saya namakan Ki Santika,” ujar Ade.

Sementara itu Heru mengaku cukup lega telah mengeluarkan ular itu dari dalam kloset rumahnya. Ular besar itu dia berikan kepada Ade. “Sebenarnya sudah tiga hari ini, para tetangga juga pernah menemukan kepala ular dalam kloset mereka. Mungkin karena daerah ini tak berada jauh dari Sungai Cikapundung,” tuturnya.(sumber/ditulis:detik.com/Babangandapurnama)

Sabun Anti Bakteri Berbahaya…?

ilustrasi

ilustrasi

– Jika dihitung, mungkin ada miliaran kuman dan bakteri yang hidup di lingkungan sekitar kita. Untuk menghindari kecemasan dari kemungkinan terjangkit penyakit, kita kerap melindungi diri dengan produk-produk antibakteri. Bukan cuma sabun atau cairan penyemprot saja, kini pasta gigi, plastik, hingga mainan anak pun mengklaim dilengkapi bahan antibakteri.

Antibakteri kerapkali menjadi senjata andalan bagi kita yang setiap hari dikelilingi kuman. Di sisi lain, para ahli kesehatan justru mengatakan penggunaan antibakteri sebenarnya tidak dibutuhkan karena akan membunuh koloni kuman yang dibutuhkan. Jadi, mana yang benar?

Menurut mereka, produk tersebut tak ada bedanya dengan produk pembersih lainnya. Bahkan, produk yang mengandung antibakteri dalam jangka panjang justru berpotensi membahayakan kesehatan.

Dari analisa dan perbandingan yang dilakukan Allison Aiello, PhD, asisten profesor epidemiologi dari Universitas Michigan, terhadap orang yang mencuci tangan dan sabun antibakteri dengan sabun biasa, terungkap tidak ada perbedaan antara keduanya.

“Tak ada perbedaan antara dua kelompok itu dalam jumlah bakteri di tangan atau terjangkit penyakit,” katanya. Menurutnya, orang yang mencuci tangan dengan sabun antibakteri memang jumlah bakteri di tangannya hanya sedikit, tapi hanya bila mereka mencuci tangan selama 30 detik, 18 kali sehari, selama 5 hari berturut-turut.

Sabun antibakteri, ungkap para ahli, memang bisa mencegah penyakit namun hanya pada mereka yang rentan tertular penyakit, misalnya para perawat di rumah sakit. Selain itu, sabun antibakteri yang biasa dipakai di rumah sakit memiliki kandungan 10 kali lebih tinggi dibanding produk antibakteri yang dijual bebas.

“Sebenarnya kandungan antibakteri tidak bisa membunuh virus, yang mana jadi penyebab utama penyakit pada manusia, seperti flu, demam, atau sakit perut,” kata Aiello lagi.

Karena populernya penggunaan sabun antibakteri, hasil riset mengungkapkan kandungan antibakteri telah masuk dalam aliran darah manusia. Dalam sebuah riset yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention diketahui kadar triklosan, agen antibakteri yang paling banyak dipakai, dalam darah manusia sudah cukup tinggi.

“Pada pemeriksaan tahun 2004, tiga perempat dari orang dewasa dan anak usia di atas enam tahun memiliki kadar triklosan yang bisa dideteksi,” kata Antonia Calafat, peneliti utama dari CDC, AS.

Triklosan bisa masuk ke peredaran utama lewat kulit, membran selaput lendir di mulut, atau lewat usus besar.  Padahal, studi percobaan menunjukan triklosan menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.(sumber:kompas)

KRI Untung Surapati-872 Mengusir KD YU-3508 ( Kapal Perang Malaysia ) Yang Mencoba Memasuki Wilayah Ambalat.

usp1

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E mengungkapkan bahwa kapal perang TNI AL, KRI Untung Surapati-872 berhasil mengusir kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia di perairan Blok Ambalat, Senin sore(25/5) sekitar pukul 15.00 Wita.

Hal tersebut diungkapkan Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/5).

Menurut Kadispenal lebih lanjut bahwa KRI Untung Surapati-872 yang dikomandani Mayor Laut (P) Salim sedang melaksanakan operasi penegakan kedaulatan di laut Wilayah Republik Indonesia, khususnya di Laut Sulawesi dan sekitarnya mendeteksi KD YU-3508 jenis Fast Atack Craft pada posisi 04.03.00 Utara – 118.01.70 Timur tepatnya di Blok Ambalat, baringan 135 jarak delapan mil laut, dengan kecepatan 16 knot.

Maka seketika, anak buah kapal KRI Untung Surapati-872 melakukan peran tempur bahaya permukaan mencoba melakukan kontak komunikasi lewat radio. Dari hasil komunikasi itu diperoleh informasi bahwa kapal TLDM tersebut akan ke Tawau, namun haluan kapal bertentangan dengan apa yang dikatakannya, bahkan justru mencoba memasuki wilayah Indonesia semakin jauh dan menambah kecepatan.

Akhirnya, KRI Untung Surapati-872 yang merupakan salah satu kapal perang TNI AL jenis korvet kelas Parchim eks Jerman melakukan pengejaran untuk menghalau KD YU-3508 sekaligus memberikan perintah agar segera keluar dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Setelah diberikan peringatan dengan tegas, KD YU-3508 melakukan diam radio dan keluar dari wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia.

Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga berhasil mengusir KD Baung-3509 dan heli Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat beechraft yang juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat.

Meskipun dengan dukungan anggaran yang serba terbatas, TNI AL tetap konsisten dalam menjaga wilayah kedaulatan Republik Indonsia. Hal ini terbukti dari berbagai pelanggaran kedaulatan dan pelanggaran hukum di wilayah Republik Indonesia berhasil dicegah dan digagalkan.   

Hasil rekapitulasi pelanggaran kedaulatan Republik Indonesia yang dilakukan oleh unsur laut dan udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, Khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya terhitung bulan Januari s.d. April 2009 saja terjadi sebanyak 9 kali. Unsur – unsur TLDM dan Police Marine Malaysia secara rutin melaksanakan lintas laut dari dan ke Tawau setiap hari rata rata empat unsur. Pada kesempatan lintas laut itulah seringkali mencoba memasuki wilayah Kedaulatan Republik Indonesia dan berhasil di halau oleh kapal perang TNI AL.( sumber:DispenAL)

« Older entries