Kapal Perang Malaysia Kembali Masuk Wilayah Ambalat Lagi.

– Ketegangan di garis perbatasan Indonesia-Malaysia perairan Ambalat kembali terjadi. Setelah Minggu (24/5) lalu kapal perang Malaysia dideteksi memasuki wilayah perairan Indonesia hingga 10 mil laut dari garis perbatasan, pagi kemarin insiden serupa kembali terulang.

Provokasi kapal perang Malaysia jenis Fast Attack Craft Malaysia KD Baung-3509 pada pukul 06.00, Sabtu (30/5/2009) terdeteksi radar KRI Untung Suropati-872 yang tengah berpatroli di perairan Ambalat.

Pelanggaran wilayah perbatasan itu terjadi di posisi 0400 00 utara dan 118 09 00 timur atau sekitar tenggara mercu suar Karang Unarang. Kapal perang negeri Jiran saat itu telah memasuki wilayah perairan RI hingga 7,3 mil laut dengan kecepatan 11 knot, baringan 128 serta halu 300.

Provokasi di wilayah perbatasan itu direspons KRI Untung Suropati-872 yang dikomandani Mayor Laut (P) Salim dengan memerintahkan ABK melaksanakan peran tempur bahaya kapal permukaan.

Upaya pengejaran lalu dilakukan dengan dibantu dua KRI lain, yakni KRI Pulau Rimau dan KRI Suluh Pari yang juga tengah berpatroli di sektor perbatasan sebelah utara perairan Ambalat.

Kepala Dinas Penerangan Armatim Letkol Toni Syaiful mengatakan saat itu KRI Untung Suropati sempat melakukan intercept terhadap kapal perang Malaysia hingga jarak 400 yard.

“Intersepsi kapal dilakukan setelah kontak komunikasi radio tidak berhasil. Komandan KRI Untung Suropati mayor laut (P) Salim melaporkan kapal perang Malaysia bermeriam 57 mm dan 40 mm tersebut sengaja menutup radio dan tidak mau menjalin komunikasi,” terang Toni.

Namun hingga jarak sedekat itu, komunikasi masih belum terjalin. Kapal dari class Jerong berbobot 244 ton dengan panjang 44,9 meter serta lebar 7 meter itu bahkan sama sekali tidak mengindahkan peringatan dari KRI Untung Suropati yang mencoba memberi komunikasi isyarat sekaligus melakukan shadowing (membayangi secara ketat) untuk memaksa KD Baung-3509 keluar dari perairan NKRI.

“Selama proses shadowing keluar NKRI, KD Baung telah melakukan kegiatan harassment dengan melakukan empat kali manuver zig-zag serta meningkatkan kecepatan kapal yang sangat membahayakan KRI Untung Suropati,” lanjut Toni.

Upaya pengusiran kapal perang Malaysia akhirnya membuahkan hasil. Setelah kurang lebih 1,5 jam terjadi ketegangan, KRI Untung Suropati akhirnya berhasil memaksa kapal perang Malaysia keluar dari wilayah perbatasan RI. Tapi tidak lama setelah KD Baung-3509 memasuki perairan Malaysia sebuah helikopter Malaysia melintas di atas kapal tersebut dalam posisi memberikan perlindungan.

Mengetahui hal ini KRI Untung Suropati mengontak unsur Patroli Udara TNI AL Nomad P-834 yang berada di Tarakan, selanjutnya pesawat intai maritim tersebut terbang menuju posisi ikut membantu penghalauan kapal perang Malaysia.(sumber:okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: