Keluarga Korban Salah Tembak Lapor ke Mabes Polri

KELUARGA korban salah tembak atas diri Edikson Sianturi (38) mendatangi Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Kedatangan tersebut bertujuan mendesak agar kasus salah tembak tersebut segera diusut.

“Kita datang ke sini untuk meminta agar kasus salah tembak yang mengenai keluarga kami segera diusut,” kata penasihat hukum keluarga, Supriyadi Sebayang di Mabes Polri, Kamis, (11/6).

Dalam laporan tersebut, pihak keluarga melaporkan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Poltabes Pekanbaru, Riau. Sedangkan kasus yang dialami Edikson tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang anggota Satuan Reserse Kriminal Poltabes Pekanbaru.

Menurut Supriyadi, Kasat Reskrim tersebut dianggap mengetahui kejadian penembakan yang dilakukan oleh salah seorang anak buahnya. Saat penembakan itu diduga pelaku penembakan tidak menggunakan seragam Polri melainkan pakian preman.

Supriyadi juga mengatakan bahwa pihak keluarga telah mengadukan kasus tersebut ke Poltabes Pekanbaru beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ada hasilnya. Saat laporan tersebut keluarga diberi surat tanda terima laporan dengan nomor polisi: STLP/76/VI/2009/Yanduan.

Istri korban, Nurhayati Pangaribuan meminta agar keadilan ditegakkan atas peristiwa yang menimpa suaminya itu. Ia juga meminta agar nama suaminya dibersihkan atas tuduhan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Saya minta keadilan untuk suami saya dan minta nama suami saya dibersihkan,” kata Nurhayati.

Penembakan sendiri terjadi pada Jumat 22 Mei lalu, saat itu korban tengah menunggu rekannya di warung kopi. Tak lama berselang ada polisi berpakaian preman yang menghampiri dan mengancam akan menembak para pengunjung warung jika bergerak.

Korban yang panik mencoba berlindung ke rumahnya dengan berjalan. Polisi pun meneriaki korban agar tak bergerak dan tak lama kemudian ada peluru yang ditembakkan ke kepala bagian belakang kepala korban, yang menyebabkan korban tewas. Ternyata polisi telah melakukan salah tembak karena korban yang ditembak bukanlah Anggiat Hutagaol yang selama ini menjadi DPO.(sumber/ditulis:Jurnas/Heri Arland)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: