Polisi Tembak Intel Kodam

– Ketegangan mewarnai Mapolsekta Medan Helvetia. Selain polisi, beberapa personel Pomdam (Polisi Militer Daerah Militer) I/Bukit Barisan tampak ikut berjaga-jaga di mapolsekta tersebut. Bahkan, personel itu masih ditambah satu regu Yon Zipur (batalyon zeni tempur) I/BB.

Penjagaan ketat itu dilakukan setelah terjadi insiden penembakan terhadap personel intel Kodam I/BB Sertu Yudha Nugraha oleh anggota Polsekta Medan Bripka Hendro Kuswoyo, Senin malam lalu. Karena dikhawatirkan terjadi aksi balas dendam yang melibatkan personel militer, penjagaan ketat pun dilakukan di mapolsekta tersebut.

Insiden itu terjadi saat Hendro mengejar pelaku penjambretan di Kompleks Cemara Hijau, Jalan Cemara, Medan, Senin malam lalu. Hendro yang sedang berpatroli mendengar teriakan perempuan korban penjambretan.

Hendro yang bersepeda motor mengejar pelaku yang belakangan diketahui bernama Yudi Sasmita dan Indra Syahputra. Di kompleks perumahan itu, Hendro berhasil menjatuhkan motor kedua penjambret tersebut dengan cara menabrakkan motor trailnya.

Meski jatuh dan terluka, Yudi dan Indra tidak segera menyerah, bahkan berusaha kabur. Tidak ingin buruannya lepas, Hendro memberikan tembakan peringatan ke udara.

Karena tembakan itu tidak diindahkan, dia pun mengarahkan senjata apinya ke arah pelaku. Menurut sebuah versi, tembakan Hendro tersebut salah sasaran sehingga mengenai Yudha yang kebetulan berada di dekat lokasi.

Suara tembakan itu mengundang kerumunan warga. Setelah mengetahui ada korban berdarah, mereka pun menolongnya. Sementara yang lain menangkap kedua pelaku penjambretan tadi.

Versi lain menyebutkan, ketika kedua penjambret tersebut tersungkur setelah motornya ditabrak, Yudha menolongnya. Dalihnya, untuk menghindarkan mereka dari keroyokan warga yang hendak main hakim sendiri.

Tindakan tersebut disalahartikan Hendro. Dia menduga Yudha adalah komplotan penjambret tadi. Terjadi pertikaian antara Hendro dan Yudha. ”Polisi sama tentara itu sempat ribut Bang. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Aku lihat tentara itu jatuh ke tanah,” ujar seorang penarik betor (becak motor) yang kesehariannya mangkal di lokasi.

Kapendam Letkol Asren Nasution mengatakan belum tahu secara detail kronologi kejadian itu. Penyelidikan pun tengah dilakukan. ”Laporan dari komandan korban, korban berusaha mengamankan penjambret dari amukan massa, namun timbul kericuhan hingga akhirnya ada tembakan,” ungkapnya.

Sampai kemarin, Yudha masih dirawat di Ruang ICU RS Gleni Jalan Listrik Medan. Peluru Hendro itu bersarang di kepalanya. Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Badrodin Haiti pun menjenguknya kemarin.

Meski berpapasan dengan wartawan, Haiti enggan memberikan penjelasan secara rinci. Dia hanya menyampaikan bahwa kasusnya sedang ditangani Poltabes Medan. (jawapos)

1 Komentar

  1. meldo said,

    Juni 18, 2009 pada 7:57 pm

    pantesan di polsek helvet pm banyak yang berjaga2 ampe malam ini
    yah moga2 gak perang klaya waktu di binjai dulu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: