Diduga Batang Pohon,Eh… Ternyata Ular Piton

ilustrasi

ilustrasi

— Penangkapan ular piton sepanjang sekitar 4 meter dengan bobot lebih kurang 10 kilogram menggegerkan warga Dusun Blimbing, Desa Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo. Hewan yang dilindungi itu hingga kini masih dipelihara warga dan belum diserahkan kepada pemerintah.

Menurut warga, Rabu (1/7), ular tersebut terlihat melintas di jalan raya pada Senin sekitar pukul 04.00. Oleh Sukro (50), seorang warga, ular berwarna coklat tua itu sempat dikira batang pohon karena tidak bergerak. Begitu menyadari bahwa benda itu adalah ular, Sukro langsung melapor ke Yoyok Prasetyo (40), warga lain yang tinggal sekitar 100 meter dari tepi jalan.

“Saya langsung menangkap ular itu sendirian. Warga sekitar sini tidak ada yang berani membantu. Saya sempat khawatir ular akan membelit, tetapi hewan itu tidak melawan,” tutur Yoyok.

Pria yang pernah berprofesi sebagai pencari ular kobra itu segera mengandangkan piton temuannya. Menurut Yoyok, temuan ular itu adalah yang pertama di Sukoreno. Selama ini jarang terlihat ular di desa yang berada di daerah perbukitan kapur tersebut.

Kabar penangkapan ular itu segera menyebar ke seluruh desa. Warga pun berduyun-duyun datang ke kediaman Yoyok untuk melihat ular tersebut. Yoyok mempersilakan warga melihat ular secara gratis, tetapi ia tidak bersedia menjual hewan dilindungi itu kepada siapa pun meski ditawar dengan harga tinggi.

“Saya akan memeliharanya sendiri. Perawatannya tidak sulit, tinggal diberi makan satu ekor ayam setiap bulan. Ular piton tidak setiap hari makan,” ujar Yoyok.

Dari hasil pemeriksaan organ tubuh, Yoyok mengetahui bahwa ular tangkapannya berjenis kelamin betina. Ia meyakini ular itu memiliki pasangan dan mungkin sudah bereproduksi karena ukuran tubuhnya cukup besar dan telah matang secara seksual.

Hariyanti (36), istri Yoyok, menambahkan, ia dan suami tidak keberatan jika ular piton itu diambil petugas pemerintah. “Kami pasti akan menyerahkannya jika petugas mengambilnya secara baik-baik dan bersedia bermusyawarah dengan warga. Bagaimanapun, ular ini ditemukan warga,” katanya.

Terpisah, Manajer Operasional Green Land Pusat Penyelamatan Satwa Jogja Aditya Kurnia mengatakan, pihaknya tidak bisa segera mengamankan ular temuan warga itu karena kewenangannya berada di tangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DIY. Untuk itu, ia mengimbau warga untuk segera melaporkan temuan ular itu kepada pemerintah desa atau kecamatan untuk bisa segera ditindaklanjuti dengan pengamanan.

“Jika kami melangkah duluan, kami akan menyalahi prosedur. Kami siap menampung ular setelah mendapat izin dari BKSDA,” kata Aditya saat dihubungi lewat telepon.(sumber:kompas)

2 Komentar

  1. Riyanto said,

    Juli 2, 2009 pada 6:33 am

    Wah taruh dibonbin aja biar ada yang mengurus

  2. suksesindonesia said,

    Juli 3, 2009 pada 3:43 am

    kalo dipiara sendiri bahaya tuh kalo laper, bisa2 anak kecil dan bayi dicomot ama ular piton


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: