APAKAH BENAR ORAL SEKS DAPAT MENYEBABKAN KEHAMILAN…?

foto:google

Kasus kehamilan gadis 15 tahun akibat menelan sperma cukup menghebohkan. Meski kasusnya sudah pernah dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah di Inggris, tapi masih banyak dokter yang ragu dan tidak percaya.

Pakar seksolog Indonesia pun menjamin oral seks tidak membuat hamil. Begitu juga anggapan berenang di kolam renang umum akan membuat hamil karena sperma lelaki banyak yang keluar.

“Mitos itu harus diluruskan. Berenang tidak akan membuat hamil begitu juga dengan oral seks,” kata Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS ketika dihubungi detikhealth, Jumat (5/2/2010).

Dalam British Journal of Obstetrics and Gynecology disebutkan bahwa seorang gadis 15 tahun di daerah Lesotho Afrika Selatan hamil karena menelan sperma. Kasus itu memang sudah berlalu 22 tahun silam, namun baru-baru ini kembali mencuat dan memunculkan kontroversi.

Para dokter yang pada saat itu menangani gadis tersebut juga kebingungan karena si gadis ternyata diketahui tidak punya vagina. Dokter menduga sperma masuk melalui saluran pencernaannya. Selain itu, sperma yang masuk ke dalam tubuh gadis itu pun diduga merupakan sperma super.

Namuan menurut pakar andrologi dan seksolog Prof Wimpie hal itu tidak mungkin terjadi.

“Ya nggak mungkin, jelas itu adalah mitos. Kebenarannya harus benar-benar ditelusuri sampai ke sumber awalnya. Kalau dokter disana bilang seperti itu, berarti dokter disana bodoh dan masih percaya mitos,” ujar dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut.

Menurut Prof Wimpie, sperma hanya akan menempel pada dinding rahim jika melalui saluran vagina.

“Apalagi dengan kasus nggak punya vagina seperti itu. Tidak mungkin kehamilan terjadi tanpa melalui vagina. Lagipula kalau sperma tertelan dan masuk ke lambung, harusnya kan keluar lewat anus, tidak mungkin masuk ke dalam rahim,” ujarnya.

Gadis itu sendiri diketahui memiliki kelainan vagina yang disebut mullerian agenesis yang membuat sistem reproduksinya seperti vagina, leher rahim dan rahim tidak lengkap. Penderita mullerian agenesis akan kesulitan melakukan hubungan seksual dan akan merasakan sakit yang luar biasa jika dipaksakan bersenggama.

Prof Wimpie mengatakan pasti ada sesuatu yang ditutupi dari kasus hamilnya gadis 15 tahun akibat menelan sperma tersebut. “Mungkin saja ia melakukan proses bayi tabung atau pernah melakukan seks sebelum keadaan vaginanya seperti itu,” katanya.

Kasus hamil yang ditutup-tutupi menurut Prof Wimpie memang banyak terjadi. “Banyak yang malu mengakui pernah melakukan hubungan seks. Jadi mereka bilang itu karena kecelakaan waktu berenang. Padahal berenang sudah jelas tidak akan bisa membuat seorang wanita hamil,” tutur Prof Wimpie.

Selain itu, oral seks juga aman selama kedua pasangan sehat dan tidak berpenyakit. “Jadi sebelum mau melakukan oral seks, cek dulu punya penyakit atau tidak,” ujarnya.
(sumber/ditulis:detik.com/nurululfah)

Iklan

Hamil Gara-gara Menelan Sperma…..?

Aneh tapi nyata,hati-hati bagi yang suka melakukan oral seks, Mungkinkah sperma yang tertelan wanita menyebabkan proses pembuahan dan menghasilkan anak? Menurut teori memang tidak mungkin. Tapi 22 tahun yang lalu, ada seorang gadis berumur 15 tahun yang hamil karena menelan sperma kekasihnya. Bagaimana mungkin?

Hamilnya gadis 15 tahun akibat menelan sperma ini terjadi pada tahun 1988 di daerah Lesotho, Afrika Selatan namun kisahnya baru diketahui orang banyak akhir-akhir ini. Berikut petikan kisahnya seperti dikutip dari Lemondrop, Kamis (4/2/2010).

Gadis yang diketahui bernama Bauer Griffin itu adalah seorang gadis 15 tahun yang bekerja di salah satu bar di Inggris. Kejadian bermula ketika si gadis sedang melakukan seks oral bersama kekasihnya. Saat itu pula, tiba-tiba mantan kekasihnya datang dan memergoki Griffin.

Sang mantan tidak terima dan sangat marah melihat kejadian tersebut di depan matanya. Ia langsung mengambil pisau dan perkelahian pun terjadi antara Griffin, kekasihnya dan mantannya. Akibat perkelahian tersebut, Griffin terluka pada bagian lengan dan perutnya.

Griffin kemudian dilarikan ke rumah sakit karena luka di perutnya yang lumayan parah. Dokter langsung melakukan operasi untuk menutup perut Griffin yang terobek. Namun sebelum menutup lubang di bagian perutnya, dokter menemukan banyak cairan di perut Griffin yang ternyata merupakan air liur.

Kondisi Griffin berangsur-angsur membaik setelah dioperasi, ia pun bisa pulang 10 hari kemudian. Namun 278 hari atau sekitar lebih dari 9 bulan kemudian, Griffin datang lagi ke rumah sakit karena sakit di perutnya. Berbeda dengan kedatangannya sebelumnya, kali ini Griffin datang dengan perutnya yang membesar.

Sebelumnya dokter mengira Griffin sedang hamil tapi Griffin membantahnya karena merasa tidak pernah melakukan seks melalui vagina. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter terkejut karena ternyata dalam rahim Griffin terdengar suara detak jantung dan sudah ada sebuah bayi di dalamnya.

Masih dalam keadaan terheran-heran, dokter segera melakukan persiapan kelahiran untuk mengeluarkan bayi tersebut dari dalam perut Griffin. Namun ketika akan melahirkan, dokter semakin terkejut karena Griffin tidak punya vagina. Operasi cesar pun dilakukan dan akhirnya keluarlah bayi laki-laki seberat 2,8 kg.

Untuk menjawab teka-teki munculnya bayi dalam rahim Griffin, dokter pun melakukan interogasi dengan ditemani seorang suster. Dari hasil interogasi, Griffin mengaku bahwa ia pernah menelan sperma kekasihnya pada saat melakukan seks oral. Ia selalu melakukan seks oral karena sadar tidak punya vagina.

Griffin memang sedikit khawatir pada saat perutnya membesar setelah operasi 9 bulan yang lalu. Namun ia tidak pernah menghiraukan dan mengira itu hanya efek samping dari operasi sebelumnya, lagipula menurut Griffin ukuran perutnya tidak terlalu besar saat itu.

Tapi bagaimana Griffin bisa hamil sedangkan tidak pernah berhubungan seks melalui vagina?

Dokter pun memberikan penjelasan berdasarkan acuan dari British Journal of Obstetrics and Gynecology. Kemungkinannya adalah, sperma masuk melalui saluran pencernaan. Meski menurut teori sperma tidak dapat bertahan dalam suasana lambung yang sangat asam, namun yang terjadi pada Griffin tidak demikian.

Sperma yang ditelan Griffin bisa melalui lambung dan masuk ke bagian reproduksinya tanpa mengalami kerusakan karena terlindung oleh air liur yang berfungsi sebagai buffer atau bahan penetral ketika bertemu asam lambung. Air liur dapat menetralkan suasan asam karena memiliki pH yang tinggi (basa).

Griffin memang diketahui memiliki tubuh sangat kurus, menurut dokter faktor itulah yang memicu produksi air liurnya berlebih. Sampai saat ini, kasus masuknya sperma melalui saluran pencernaan itu masih membuat beberapa dokter bingung dan tidak percaya.(sumber/ditulis:detik.com/nurululfah)