PBB pekerjakan penjahat perang

Jendral Bosco Ntaganda mantan pemberontak Kongo kini aktif di misi PBB
Jendral Bosco Ntaganda mantan pemberontak Kongo kini aktif di misi PBB

BBC mendapatkan dokumen yang membuktikan seorang mantan pimpinan pemberontak yang diduga terlibat kejahatan perang, menjadi tokoh penting dalam misi PBB di Republik Demokratik Kongo.

 

Koresponden BBC di Kongo mengatakan dokumen ini membuktikan bahwa Jendral Bosco Ntaganda berperan aktif dalam rantai komando misi PBB.

Pasukan gabungan PBB-Kongo saat ini tengah menghadapi para pemberontak Hutu di timur Kongo.

PBB mengatakan pemerintah Kongo telah memastikan bahwa Jendral Ntaganda tidak terlibat dalam operasi gabungan ini.

Juru bicara pasukan penjaga perdamaian Monuc, Kevin Kennedy mengatakan nama sang mantan pemimpin pemberontak itu tidak tercantum dalam dokumen yang diketahui Monuc.

Pasukan anak-anak

 

 
 

Namun, wartawan BBC Thomas Fessy dari ibukota Kongo Kinshasa mengatakan bahwa sebuah dokumen internal militer mengatakan Bosco Ntaganda menjabat wakil kordinator untuk operasi gabungan itu dan Ntaganda hadir dalam rapat membahas operasi itu.

Seorang petinggi militer Kongo memastikan bahwa mantan pemberontak itu memang terlibat dalam operasi gabungan ini.

Sang petinggi ini bahkan menggambarkan Ntaganda sebagai penasihat untuk komandan operasi gabungan.

Awal tahun ini, pemerintah Kongo mengatakan keterlibatan Ntaganda mungkin bisa berguna untuk mewujudkan perdamaian di kawasan timur negeri itu.

Namun, saat itu Monuc mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam operasi apapun jika ada seorang yang diduga melakukan kejahatan perang terlibat di dalamnya.

Jendral Ntaganda sebelumnya adalah kepala staf untuk pimpinan pemberontak Kongo, Laurent Nkunda.

Dia kemudian bergabung dengan tentara pemerintah awal tahun ini setelah Jendral Nkunda tertangkap di Rwanda.

Bosco Ntaganda saat ini diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan melakukan kejahatan perang dan membentuk tentara anak-anak antara tahun 2001-2003.

Para hakim ICC mengatakan sebagai deputi pimpinan operasi militer kelompok pemberontak Tentara Patriotik untuk Kebebasan Kongo (FPLC), Ntaganda bertanggung jawab atas tujuh kamp pelatihan tentara anak-anak.

Dia juga dituduh ikut serta dalam berbagai operasi militer FPLC yang menggunakan pasukan anak-anak.(sumber:BBC NEWS)

 

Sang Jendral Ternyata “spion Israel”

Seorang jaksa Libanon mendakwa seorang purnawirawan jendral dan tiga orang lainnya, dengan tuduhan menjadi mata-mata Israel.
Mantan Brigadir Jendral Adeeb Al Alam dituduh mengirim informasi rahasia kepada lembaga intelejen Israel, Mossad.
Informasi itu muncul dari markas besar Lembaga Keamanan Dalam Negeri Libanon.
Sang Jendral ditangkap bersama istri dan keponakannya, yang juga didakwa. Aparat masih mencoba mencari orang ke-4 yang diduga terlibat dalam hal ini.
Kasus ini telah dilimpahkan ke pengadilan militer dan Jendral Alam dan para tertuduh lain bisa menghadapi tuntutan hukuman mati jika dianggap bersalah.
Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan kebbijakan mereka adalah menolak berkomentar dalam kasus seperti ini.
Natalia Antelava dari BBC yang berada di Beirut mengatakan purnawirawan jendral ini dianggap sebagai anggota paling senior dalam kelompok tersebut.
Dia memiliki usaha mendatangkan pekerja rumah tangga dari Asia ke Libanon.
Namun dia juga memiliki sebuah kantor di markas besar Lembaga Keamanan Dalam Negeri Libanon.
Penuntut menuding sang jendral menggunakan kantornya untuk mengirim informasi rahasia kepada Mossad.
Media di Libanon mengatakan Jendral Alam diyakini sudah menjadi spion untuk Israel sejak 1984.
Sementara sebagian besar media menganggap penahanan ini sebagai pencapaian besar, koresponden BBC menyatakan banyak orang mempertanyakan kenapa butuh waktu begitu lama untuk melacak jejak tersangka ini.(sumber:BBC NEWS)

SBY tanggapi tuduhan curang

Presiden Yudhoyono menanggapi pernyataan saingan politik

Presiden Yudhoyono menanggapi pernyataan saingan politik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menanggapi isu kecurangan pemilu legislatif lalu, seperti yang sering disuarakan sejumlah elit partai politik.

Presiden meminta agar para lawan politiknya agar bersikap hati-hati dalam melontarkan tuduhan.
Sebelumnya sejumlah elite parpol mempertanyakan keseriusan pemerintah dan KPUI dalam menuntaskan persoalan DPT, yang dianggap penuh kecurangan.
Tuduhan pemilu legislatif lalu diwarnai kecurangan, berulangkali dilontarkan oleh sejumlah politisi dari berbagai partai politik.
Anggapan itu biasanya dikaitkan dengan Daftar Pemilih Tetap, atau DPT, yang dianggap bermasalah.
Sebelumnya sejumlah elit partai politik seperti Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Prabowo dan elit partai lainnya meminta agar pemerintah serius menuntaskan masalah tersebut.
Dan hari ini, usai bertemu Megawati, politisi Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik kembali persoalan DPT.
Beberapa jam setelah Prabowo kembali melontarkan tuduhan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers khusus di kompleks Istana Merdeka.

Hati-hati. Jangan terlalu galak mengatakan curang-curang

Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI
“Hati-hati. Jangan terlalu galak mengatakan curang-curang,” kata Presiden Yudhoyono.
“Jangan banyak menguliahi curang atau tidak curang,” tambah Yudhoyono.
Presiden Yudhoyono meminta agar pihak yang selalu menuding adanya kecurangan untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya.
Masalah kekisruhan DPT muncul di berbagai daerah usai pemilu legislatif.
Meski belum ada angka berapa jumlah anggota masyarakat yang tidak terdaftar, sejumlah politisi menganggap ini adalah kesalahan yang disengaja, untuk memenangkan partai tertentu.
KPU sendiri mengakui ada masalah dengan DPT, namun menurutnya ada banyak keberhasilan dari pemilu kemarin. Pemerintah sendiri berjanji akan membantu KPU utamanya untuk pemutakhiran DPT pada pemilu presiden mendatang.(sumber:BBC NEWS)

Obama mendukung CIA

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kepada dinas intelejen CIA bahwa lembaga ini masih menjadi kunci untuk melindungi negara.

Pernyataan ini dikeluarkan beberapa hari setelah menyiarkan memo mengenai teknik-teknik interogasi yang keras.

Dalam kunjungan ke markas CIA untuk mendorong semangat, dia menjelaskann mengenai hari-hari “sulit” belakangan ini namun mengatakan kepada staf dinas intelejen ini mereka diperlukan untuk melawan ancaman dari Al Qaeda dan perompakan.

Obama telah mengatakan staf CIA tidak akan dituntut karena metode interogasi yang dikritik sebagai penyiksaan.

Namun mantan Wakil Presiden Dick Cheney mengatakan teknik-teknik itu telah membuahkan hasil.

Memo akhir pekan itu mengungkapkan bahwa dua tersangka Al Qaeda menjadi sasaran teknik pemeriksaan “waterboarding”, teknik yang menstimulasi seperti tenggelam sebanyak 266 kali.

Cheney mengatakan kepada televisi Fox News bahwa memo itu menggarisbawahi frekuensi teknik-teknik itu ketika digunakan namun tidak mengungkapkan efektivitas dalam mengumpulkan informasi intelejen.

Sekarang memo itu menunjukkan aturan tentang teknik interogasi telah disiarkan, katanya, pemerintahan Obama harus menyiarkan dokumen tambahan untuk menunjukkan hasilnya.

“Saya telah secara formal meminta CIA mengambil langkah-langkah untuk menyiarkan memo itu sehingga kita dapat melihatnya dan rakyat Amerika berkesempatan untuk menyaksikan apa yang telah diperoleh,” kata Cheney.

Pengorbanan rahasia

Dalam kunjunga pertama ke markas CIA di Langley, Virginia, Obama mengatakan dia akan “berusaha keras” melindungi lembaga ini seperti melindungi Amerika Serikat.

“Jangan patah semangat dengan apa yang terjadi dalam beberapa pekan ini,” ujar Obama kepada para staf yang menyambutnya dengan tepuk tangan dan sorak sorai ketika dia muncul pertama kali di depan mereka.

 

 Fakta bahwa kasus penggunaan tekni-teknik ini terhadap teroris membuat kita lebih aman, berarti berhasil

 

Jenderal Michael Hayden, mantan Direktur CIA

Obama mengatakan tidak memiliki pilihan kecuali menyiarkan pembenaran hukum pemerintahan Bush mengenai teknik interogasi yang dianggapnya sebagai penyiksaan dan terlarang.

“Jangan patah semangat bahwa kita tahu berpotensi membuat beberapa kesalahan,” katanya.

“Itulah bagaimana kita belajar. Namun fakta bahwa kita berkeinginan memberitahukannya dan kemudian melangkah maju, itulah persisnya mengapa saya bangga menjadi Presiden Amerika Serikat dan mengapa kita harus bangga menjadi anggota CIA,” tuturnya.

Dia juga memuji penghargaan masyarakat akan kerja dan “pengorbanan” staf CIA dengan menekankan bahwa keberhasilan biasanya bersifat rahasia dan kegagalan sering menyebabkan kecaman publik.

Dia bersimpati dengan mereka yang bekerja menentang musuh namun menekankan pentingnya bagi keamanan nasional, CIA tidak melangkah jauh melewati batas-batas moralitas.

Mengutip salah satu memo, The New York Times mengatakan Khalid Sheikh Mohammad, orang yang mengaku sebagai perencana serangan 11 September, menjadi subjek teknik “waterboarding” selama 183 kali.

Metoda ini digunakan terhadap tersangka lain Abu Zubaydah selama sedikitnya 83 kali.(sumber:BBC NEWS)

Ditahan karena jual radio aktif

Tiga pria ditahan di Ukraina dengan tuduhan mencoba menjual material radio aktif yang bisa digunakan untuk merakit sebuah bom, kata petugas keamanan setempat.

Seorang politisi dan dua pengusaha ditahan pada 9 April di wilayah Ternopil.

Kantor lembaga keamanan negara SBU mengatakan ketiganya mencoba menjual barang yang diduga merupakan plutonium-239 seberat 3,672 kg, seharga US$ 10 juta.

Meski demikian, petugas kini mengatakan material yang dimaksud bukan plutonium-239 dan masih meneliti apa sesungguhnya jenis material tersebut.

Material itu diduga merupakan americium, sebuah elemen metal radio aktif yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan industri, kata kantor berita Associated Press, mengutip sumber pakar keamanan yang tidak disebutkan namanya.

SBU mengatakan material tersebut “bisa saja dipakai untuk tujuan terorisme dengan membuat bom kotor”.

Sebuah bom kotor menggunakan zat peledak konvensional untuk menyebarkan material radio aktif, yang menyebabkan gangguan kesehatan.

Wadahnya dibuat di sebuah pembangkit di Rusia pada era Soviet dan bisa saja masuk ke Ukraina dari negara tetangga, kata SBU, tanpa menambahkan rincian lain.

Para tersangka selanjutnya didakwa memiliki material radio aktif secara ilegal, kata kantor berita AFP.

Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah negara telah menyatakan keprihatinan bahwa korupsi dan standar pengamanan yang buruk bisa mengakibatkan material radio aktif yang tidak aman dari bekas Uni Soviet berada ditangan kriminal atau kelompok bersenjata.(sumber:BBC NEWS)